Apa lagi yang kita tunggu?

 

Image

Oleh: Allen Myers

 Ya, pada akhirnya kita membutuhkan sebuah partai Leninis, demikian yang sering disampaikan pada anggota Revolutionary Socialist Party. Hanya saja belum memungkinkan untuk menjalankannya sekarang. Di kemudian hari, bisa jadi, tetapi sekarang kita harus lebih realistis. Untuk sementara, yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah membangun sebuah sayap kiri di dalam ALP (Australian Labor Party) atau sebuah partai kiri “luas”.

Kita semua dapat setuju bahwa partai massa Marxis-Leninis yang dibutuhkan untuk memimpin revolusi sosialis di Australia tidak akan ada seketika. Namun apa yang sesungguhnya menunjukkan mengenai apa yang seharusnya dilakukan kaum sosialis sekarang?

Bolshevik Rusia belum benar-benar menjadi partai massa hingga setelah revolusi Februari 1917. Namun ini bukan berarti bahwa Lenin dan rekan-rekan pemikirnya membuang waktu sebelum itu: pertumbuhan Bolshevik menjadi partai massa sepanjang 1917 tidak akan mungkin tanpa puluhan tahun perjuangan dan persiapan yang menghasilkan kerangka kekaderan Bolshevik.

Untuk mencapai tujuan akan adanya sebuah partai massa Marxis-Leninis cepat atau lambat, kita memerlukan semua orang yang memahami tujuan itu untuk mulai membangunnya sekarang. Menundanya hingga kemunculan beberapa kondisi obyektif yang diharapkan lebih sesuai hanyalah bermakna bahwa tujuan itu akan tercapai—jika dan hanya jika—kemudian hari, bukan segera. Betapapun panjang dan berliku jalannya untuk membangun sebuah partai revolusioner, bagaimanapun suramnya kemungkinan pada waktu tertentu, akan selalu memungkinkan untuk melakukan sesuatu untuk mempersiapkan tahap berikutnya. Dan jika sesuatu itu tidak dilakukan, maka tahap berikutnya itu bisa jadi tertunda. Kegagalan membangun apapun yang bisa dibangun hari ini akan menjadi bagian dari kondisi obyektif tahun selanjutnya.

Partai Leninis harus siap

Partai Leninis tidak tumbuh di pohon. Ia harus dibangun, dan sebagian besar harus dibangun sebelum kedatangan situasi revolusioner yang untuk itu lah ia dibangun. Ini berarti bahwa kaum Leninis bekerja di bawah keadaan yang pada umumnya tidak akan menyenangkan. Dalam sebagian besar waktu, mayoritas besar orang cenderung tidak memahami penjelasan Marxis tentang apa yang salah dalam masyarakat dan mengapa itu perlu diubah. Dalam sebagian besar waktu, tidak mudah menjual koran-koran revolusioner. Dalam sebagian besar waktu, para birokrat mampu mengurung kaum revolusioner dalam serikat-serikat buruh. Dalam sebagian besar waktu, negara mampu menekan atau menggelincirkan gerak yang mengarah pada sebuah partai revolusioner. Dalam sebagian besar waktu, kaum Leninis akan dikekang secara politik.

Belum pernah ada yang mengatakan ini akan mudah. Yang ditunjukkan oleh Lenin adalah bahwa itu adalah mungkin saja. Dan perlu. Dan belum pernah ada pemimpin revolusioner yang mengatakan kita tidak perlu mulai sekarang, bahwa tahun depan atau tahun berikutnya cukup cepat.

Upaya untuk membuat lebih dari apa yang mungkin secara obyektif adalah tindakan kekiri-kirian (ultraleftism). Namun kita tidak tahu apa yang secara obyektif memungkinkan tanpa terus menerus mendorong kenyataan obyektif untuk membangun partai yang kita tahu diperlukan. Orang yang mengatakan mustahil membangun sebuah partai sejak sekarang, perlu menjawab pertanyaan nyata: Bagaimana mereka akan tahu sudah memungkinkan untuk membangun sebuah partai Leninis, jika mereka tidak secara berkelanjutan berusaha menemukan langkah selanjutnya dalam pembangunan partai?

Mengapa keadaan tahun 60-an lebih baik?

Ada semacam pandangan umum di kalangan kiri bahwa pembangunan partai jauh lebih mudah pada tahun 1960-an dan 70-an. Dan memang benar bahwa kehidupan bagi kaum revolusioner pada waktu itu lebih mudah, setidaknya di negeri-negeri imperialis seperti Australia; karena lebih mudah bagi mayoritas besar penduduk pada waktu itu. Misalnya, setelah 1969, mahasiswa tidak harus membayar uang kuliah. Tingkat pengangguran masih agak rendah. Pemerintah masih pura-pura mempertahankan “negara kesejahteraan”—masih ada layanan sosial minimum yang dipangkas secepat mungkin oleh pemerintahan selanjutnya. Ada juga yang tidak menguntungkan: yang terburuk adalah bahwa Anda bisa diwajibmiliterkan, dikirim ke luar negeri lalu terbunuh.

Tetapi keadaan hidup yang lebih mudah tidak sama dengan kemudahan dalam membangun partai revolusioner. Pada tahun 60-an dan 70-an, kelompok kiri yang terbesar tidak membangun partai Leninis; mereka adalah komunis Eropa atau Maois, dan mereka berusaha sekuat tenaga agar kaum Leninis tetap kecil dan terisolir—termasuk dengan penggunaan kekerasan fisik dalam beberapa kesempatan.

Alasan mengapa pada tahun 60 dan 70-an tidak ada siapa pun yang membangun kerangka kerja yang tahan lama bagi partai Leninis di masa depan terkait erat dengan periode sebelumnya. Selama 15 tahun atau lebih setelah Perang Dunia II, tidak ada yang sanggup membangun sebuah organisasi kader yang cukup besar dan terlatih untuk menarik lebih dari segelintir kaum muda yang baru saja teradikalisir di tahun 60-an. Akibatnya, kelas kita tidak memanfaatkan kesempatan yang ada pada periode 1960-an.

Saya tidak tahu bagaimana rasanya menjadi seorang Marxis di Australia atau Amerika Serikat selama 1950-an, dan saya tidak akan berprasangka dengan menghakimi siapapun yang dipaksa oleh suasana itu untuk meninggalkan politik revolusioner. Akan tetapi beberapa kaum Leninis di masa itu mampu melawan tekanan dan kekangan, dan gerakan revolusioner bahkan yang ada saat ini berada dalam keadaan yang lebih baik ketimbang yang semestinya jika tanpa usaha para pendahulu itu. Jika hanya sepertiga atau seperempat dari kaum revolusioner yang mundur pada tahun 50-an dapat meramalkan radikalisasi yang akan datang dan mempertahankannya, bayangkan perbedaan yang mungkin terjadi pada bagaimana politik berkembang pada tahun 1960-an. Mereka mungkin dapat menyumbangkan sejarah yang berbeda.

Apakah akan lebih mudah, nanti?

Mereka yang ingin menunda membangun sebuah partai Leninis pasti berharap bahwa segalanya akan jadi lebih mudah pada saat tertentu. Tentu saja keadaan berubah. Namun, dalam beberapa dekade ke depan, apakah ada alasan untuk berharap bahwa keadaannya akan menjadi lebih mudah daripada sekarang? Akankah kelas berkuasa memutuskan untuk mengurangi biaya kuliah mahasiswa dan oleh karena itu memberi mereka waktu luang untuk berkegiatan politik sebagaimana yang mereka miliki pada tahun 70-an? Bukankah bisa jadi pemerintah akan mengembalikan pembatasan pada kebebasan sipil yang telah mereka terapkan? Apakah mungkin media kaum kapitalis akan kurang termonopoli dan karena itu menjadi lebih terbuka untuk sesekali mencetak pesan dari kaum revolusioner? Apakah pemerintah akan semakin kecil kemungkinannya mencari-cari dalih untuk memenjarakan aktivis politik?

Dalam banyak hal, bakal menjadi makin sulit, bukannya makin mudah, untuk membangun sebuah partai Leninis. Itu adalah hasil dari sejarah yang sudah kita warisi. Kita harus menghadapi kenyataan itu: bertindak lah sekarang, karena kemungkinan akan lebih sulit pula untuk bertindak esok.

Ya, radikalisasi akan ada. Akan tetapi masa-masa radikalisasi bukan lah waktu yang ideal untuk baru memulai membangun partai Leninis. Kesempatan yang diciptakan oleh radikalisasi itu tetap hanyalah kesempatan. Segala macam penipu sayap kanan dan kaum fasis akan berlomba-lomba agar mendapat kesetiaan dari kelas pekerja dan sekutu-sekutu potensialnya. Kita tidak bisa menunggu hingga saat itu untuk mulai membangun. Kalau kita tidak membangun partai sebaik yang kita mampu sebelum radikalisasi itu, kita akan kehilangan beberapa sektor, mungkin sektor penting, yang seharusnya berada di pihak kita. Lihatlah AS hari ini dan gerakan PestaTeh*: karena kaum kiri yang terorganisir tidak cukup kuat sebelumnya, sampai saat ini kaum kanan lah yang secara politik paling diuntungkan dari krisis ekonomi.

Berapa lama?

Mengatasi masalah-masalah kemanusiaan menjadi kian sulit jika kian lama kita membiarkan kapitalisme berlanjut. Jika kita membutuhkan tiga atau empat abad lagi untuk menjatuhkan kapitalisme, maka permulaan sosialisme dunia tidak akan sebaik jika ia terjadi sekarang.

Bisa dibayangkan namun jauh dari kepastian bahwa kondisi bagi pembangungan sebuah partai Leninis akan membaik di masa depan. Jika keadaannya tidak membaik, apakah kita mesti menerima saja barbarisme dalam bentuk yang lain? Dan jika keadaannya membaik, yakinkah kita bahwa keadaan akan begitu membaik sehingga kita tak perlu berbuat banyak sebelumnya?

Pada pertengahan 1990-an, ada perselisihan industrial besar di AS yang berlangsung beberapa tahun di pabrik Caterpillar di Illinois. Ada film hebat yang dibuat mengenai peristiwa itu. Para buruh yang terlibat dalam pemogokan itu merasa bahwa mereka membela beberapa prinsip penting, tak hanya meributkan tingkat upah per jam. Salah satu dari mereka, ketika menjelaskan ketekadannya, mengatakan: “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan di sini, di mana lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”

Itu adalah pertanyaan-pertanyaan penting yang membutuhkan jawaban jujur dari para sosialis.

Catatan kaki:

*       Gerakan Pesta Teh (Tea Party movement) adalah gerakan politik di Amerika yang memperjuangkan pengurangan hutang nasional AS dan defisit anggaran federal dengan mengurangi belanja pemerintah dan pajak. Gerakan ini disebut setengah konservatif, setengah libertarian dan setengah populis. Mereka telah mendukung berbagai protes dan kandidat-kandidat politik sejak 2009. Nama gerakan ini diambil dari Pesta Teh Boston 1773, peristiwa menonjol dalam sejarah Amerika, yang dianggap menginspirasi para pemrotes anti pajak. Sejak 2001 ada kebiasaan di kalangan aktivis konservatif mengirimkan teh celup pada anggota legislatif atau pejabat lainnya sebagai aksi simbolik. (Sumber: Wikipedia)

 

Surat dari Chris Slee, Melbourne, untuk Redaksi Direct Action:

Apa yang dimaksud partai massa?

Editor yang terhormat,

Allen Myers, dalam artikelnya yang berjudul “Apa lagi yang kita tunggu?”, (Direct Action no. 36) mengatakan:

“Bolshevik Rusia belum benar-benar menjadi partai massa hingga setelah revolusi Februari 1917.“

Pernyataan itu tidak tepat. Bolshevik (atau lebih tepatnya Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia (RSDLP) di bawah kepemimpinan Bolshevik) telah menjadi partai massa kelas buruh sejak akhir 1912. Mereka sudah memiliki surat kabar harian. Mereka mampu memenangkan 6 kursi di Duma (parlemen boneka) dari daerah pemilihan kelas buruh pada pemilu 1912.

Kawan Myers melanjutkan: “bukan berarti bahwa Lenin dan rekan-rekan pemikirnya membuang waktu sebelum itu: pertumbuhan Bolshevik menjadi partai massa sepanjang 1917 tidak akan mungkin tanpa puluhan tahun perjuangan dan persiapan yang menghasilkan kerangka kekaderan Bolshevik.”

Ini memang benar. Namun “dekade perjuangan” meliputi fase-fase yang berbeda, yang di dalamnya Lenin menggunakan taktik-taktik pembangunan partai yang berbeda-beda.

Kawan Myers mempertentangkan partai “Leninis” dengan partai kiri “luas”. Namun dikotomi ini terlalu sederhana. Ada tingkatan-tingkatan dalam “keluasan”, dan Lenin sanggup menggunakan pendekatan yang relatif “luas” ketika itu berguna bagi pembangunan partai.

Sebagai contoh, pada Januari 1912 Bolshevik bekerja bersama anggota RSDLP lain untuk menyelenggarakan sebuah konferensi partai, yang diadakan di Praha karena keadaan represif di dalam Rusia (Lihat Lenin Collected Works, vol 17, halaman 453-486).

Konferensi tersebut tidak dimaksudkan untuk menjadi konferensinya kaum Bolshevik semata-mata. Organisasi partai lokal yang dipimpin oleh kaum Menshevik terlibat dalam persiapan konferensi. Kaum Menshevik, kelompok ultrakiri bernama Maju, dan Leon Trotsky termasuk yang diundang. Mereka yang berasal dari tradisi RSDLP yang tidak diundang hanyalah para “likuidator” – mereka yang ingin membubarkan partai. Lenin secara khusus mengharapkan partisipasi dari “Menshevik pro partai” yang dipimpin oleh Plekhanov.

Upaya untuk mewujudkan konferensi luas ini memiliki hasil yang terbatas. Hanya dua utusan non-Bolshevik yang hadir.

Kendati demikian upaya untuk membangun partai sosialis yang relatif luas itu penting. Hal itu menunjukkan bahwa Bolshevik berkehendak untuk bersatu, dan karenanya membantu mereka memenangkan dukungan dari sebagian besar anggota RSDLP. Hasilnya adalah apa yang diistilahkan oleh Lenin sebagai “kesatuan dari bawah” – pembentukan kesatuan kelompok-kelompok RSDLP dari berbagai tempat kerja dan lokalitas (Collected Works, vol. 18, halaman 454).

Pecahnya perang pada tahun 1914, dengan meningkatnya represi dan berkembangnya chauvinisme, membawa kemunduran bagi partai. Akan tetapi pengalaman sebelum perang dalam membangun sebuah partai massa membantu Bolshevik untuk memulihkan diri secara cepat pada 1917.

Pengalaman lain yang berharga untuk dilihat adalah dari Gerakan 26 Juli di Kuba. Ini bukanlah partai Marxis. Program mereka adalah untuk menggulingkan kediktatoran Batista dan demi tindakan demokratik radikal seperti reforma agraria. Di bawah kepemimpinan Fidel Castro, gerakan ini memainkan peran pokok dalam kejatuhan kediktatoran. (Lihat Kuba: Bagaimana Buruh dan Petani Menciptakan Revolusi, http://www.links.org.au/node/1451)

Setelah Batista dijatuhkan, Gerakan 26 Juli pecah menjadi sayap sosialis dan kapitalis. Namun itu tidak mengubah fakta bahwa organisasi yang “luas” ini telah memainkan peran positif pada tahap tertentu dalam perjuangan.

Fidel Castro sudah membaca tulisan-tulisan Lenin panjang lebar selama di penjara. Namun ketika dibebaskan, ia tidak berusaha untuk menciptakan semacam “tembusan” partai Bolshevik. Melainkan dia memilih bentuk organisasi yang menurutnya lebih sesuai dengan keadaan. Inilah Gerakan 26 Juli.

Tentunya keadaan di Australia saat ini sangat berbeda, baik dengan Rusia di bawah tsarisme maupun Kuba di bawah kediktatoran Batista. Kita harus memilih bentuk organisasional yang menurut kita paling sesuai dengan keadaan kita. Pengalaman praktis akan menunjukkan apakah pilihan kita tepat atau tidak.

Chris Slee, Melbourne

Balasan dari Allen Myers untuk surat Chris Slee

Fakta bahwa sebuah partai memiliki surat kabar harian dan/atau perwakilan dalam parlemen tidak lantas membuatnya menjadi partai massa. Partai massa berarti memiliki keanggotaan massa.

Trotsky, dalam bukunya Sejarah Revolusi Rusia, menyebutkan jumlah Bolshevik pada Februari 1917 adalah 80.000 anggota. Jumlah penduduk Kekaisaran Rusia menurut sensus tahun 1897 adalah 125 juta. Perkiraan jumlah penduduk tahun 1917 yang dapat saya temukan di internet berkisar antara 160 hingga 180 juta. Jika kita menggunakan angka yang lebih rendah untuk tahun 1917, maka jumlah keanggotaan Bolshevik pada Februari adalah 0,05 persen dari jumlah seluruh penduduk. Mereka adalah kekuatan kader yang signifikan, namun masih jauh untuk bisa disebut partai massa.

Tidak ada perdebatan menyangkut fakta bahwa proses panjang pembangunan partai massa revolusioner akan membutuhkan beragam taktik dan bentuk organisasional. Pertanyaannya adalah apakah bentuk-bentuk itu digunakan sebagai unsur strategi untuk membangun partai semacam itu, atau malahan menjadi penggantinya.

Adalah sebuah kesalahan menganggap Leninisme utamanya adalah suatu bentuk organisasi. Pertama-tama, Leninisme adalah masalah politik: yang secara terus menerus menjelaskan perlunya penggulingan revolusioner terhadap pemerintahan kapitalis dan penggantiannya dengan pemerintahan rakyat pekerja. (Kata-kata dan tindakan yang digunakan untuk penjelasan ini tentu beragam sesuai dengan audiens dan keadaan politik.) Bentuk-bentuk organisasional semestinya diterima dan ditolak berdasarkan seberapa baik atau buruknya ia melayani tujuan politik tersebut dalam waktu yang tertenu.

Saya yakin Kawan Slee akan setuju dengan saya bahwa upaya untuk membangun sayap kiri di dalam Partai Buruh Australia bukanlah taktik yang berguna saat ini. Langkah itu bahkan menghancurkan ketika orang mencoba membuat itu, merubah taktiknya menjadi strategi atau prinsip.

Kami berbeda pendapat mengenai apa yang disebut partai kiri luas Australia, yaitu Socialist Alliance. Mereka yang dulu Partai Sosialis Demokratik (Democratic Socialist Party, DSP) dan belakangan menjadi Perspektif Sosialis Demokratik (Democratic Socialist Perspective), telah mencoba menciptakan sebuah partai “luas” dari Aliansi Sosialis (SA) selama delapan atau sembilan tahun hingga sekarang, dan hasilnya adalah aktivis terorganisir yang jumlahnya makin sedikit dibandingkan dengan DSP ketika proses itu dimulai. “Pengalaman praktis” telah menunjukkan bahwa bentuk organisasional semacam itu tidak berhasil dalam situasi hari ini, namun Kawan Slee dan rekan-rekan sepikirannya berkeras, mengubah taktik yang telah gagal menjadi prinsip strategis: kalau kamu menunjukkan bahwa kamu “hendak bersatu”, itu akan membantumu memenangkan massa. Kawan-kawan ini meletakkan sebuah ide organisasi—yaitu “kesatuan”—di atas kepentingan politik: kesatuan untuk apa?

Lebih buruk lagi, DSP telah meleburkan dirinya ke dalam SA, dan politik Leninis—penjelasan sistematis mengenai perlunya revolusi sosialis dan cara-cara mencapainya—dicampakkan karena tidak cukup “luas”. Apa yang gagal dikenali oleh kawan-kawan ini adalah bahwa politik sosialis yang paling luas adalah politik yang berhubungan dengan ke arah mana massa perlu pergi, bukan di mana mereka berada saat ini.

Allen Myers

Alih bahasa: Tim Penerjemah Partai Pembebasan Rakyat

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s