Sebuah Tanggapan Untuk Strategi “Partai Luas” (Bag: 2)

 

 Image

 

Bencana Skotlandia

 

Di Skotlandia perpecahan dan penurunan dramatis dalam dukungan elektoral diderita oleh Scottish Socialist Party telah menjadi bencana. Banyak kaum kiri di Inggris dan diseluruh dunia melihat pengalaman SSP dengan harapan. Phil Hearse menyatakan sebagai berikut:

 

Di Skotlandia, dimana hubungan kekuasaan jauh lebih maju dibandingkan dengan daerah Inggris lainnya, langkah-langkah perantara menuju resolusi terhadap persoalan perwakilan politik dari klas buruh sangat dimungkinkan ada. SSP tidak dapat segera menjadi partai massa, namun dia dapat memiliki gaung di bagian-bagian massa dan dilihat sebagai kepemimpinan potensial massa nyata oleh bagian-bagian tertentu dari buruh dan kaum muda.[xxv]

 

Namun sekarang segala kemungkinan tersebut telah hilang. SSP jatuh dari memiliki 6 anggota di Parlemen Skotlandia pada tahun 2003 menjadi nol pada tahun 2007. Suaranya jatuh dari 6,7 persen menjadi 0,66 persen.

 

Karamnya SSP sangat relevan bagi DSP, karena SSP menjadi inspirasi kami, model kami, bagi Socialist Alliance disini. Tentu saja kami selalu membuat kualifikasi bahwa kondisi berbeda dan bahwa kami “tidak mengikuti buku resep”. Namun kami dimasa lalu melihat SSP untuk ide-ide, kami dimasa lalu berharap mengikuti langkah mereka, bahkan hingga salah satu pemimpin kita bertanya, dalam laporan formal, “Siapa yang dapat menjadi Tommy Sheridan kita?”

 

Namun setelah bencana SSP tidak ada diskusi di badan-badan DSP yang mencoba menganalisa apa yang salah dan mengambil pelajaran untuk jalan Socialist Alliance kita. Ada kawan-kawan DSP yang bekerja di SSP untuk beberapa tahun, dan kawan-kawan tersebut sering mengunjungi Skotlandia dan hadir didalam konferensi-konferensi mereka. Jadi assesmen politik sebenarnya dimungkinkan dan dibutuhkan karena besarnya harapan DSP yang diletakan pada keberhasilan SSP.

 

Tidak banyak analisa dipublikasikan mengenai penyebab krisis oleh kepemimpinan SSP sendiri. Sebuah artikel oleh pemimpin pusat SSP Alan McCombes, “Hari Parlemen Pelangi Skotlandia Berubah Menjadi Abu-abu” menganalisa “pembantaian terhadap kaum kiri” pada saat pemilihan umum sebagian karena tekanan terhadap pemilih, melihat pilihan penting antara memilih Scottish National Party dan British Labour Party, demikian juga sejumlah besar pemilih terdiskualifikasi yang mempengaruhi pemilih klas buruh, dan demikian SSP (lebih 140.000 atau 7 persen dari total pemilih).[xxvi]

 

Namun sejauh ini sepertinya tidak ada analisa mendalam mengenai bagaimana SSP dijatuhkan dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Hal tersebut terutama memunculkan pertanyaan kebijaksanaan membuang organisasi inti Marxis di dalam SSP, International Socialist Movement yang awalnya mengorganisir kepemimpinan pusat Marxis, yang berasal dari Scottish Militant Labour, kelompok CWI.

 

Terdapat banyak fungsi dari inti Marxis semacam itu didalam partai kiri luas. Salah satunya adalah menerapkan disiplin tertentu pada kawan-kawan yang memimpin. Namun terdapat persoalan yang lebih mendasar yang tidak dibawa didalam SSP dengan kelompok inti Marxis yang hanya sebagian berfungsi, dan tidak dibawa sama sekali ketika ISM dibubarkan, dan persoalan regenerasi kader-kader Marxis. SSP mengembangkan basis yang lebih luas dan mendapatkan pengakuan dan memenangkan suara, namun persoalan besar adalah bahwa hal tersebut hampir semuanya dilakukan oleh kader-kader yang telah direkruit dan dilatih di partai-partai kader Marxis sebelumnya, terutama sekali Scottish Militant Labour. Ini adalah persoalan yang diakui oleh pemimpin SSP ketika kita berkunjung kesana. Hal tersebut adalah persoalan yang oleh kawan kita sendiri yang bekerja di Skotlandia dapat identifikasikan secara jelas.

 

Sebagai contoh pada tahun 2004 hanya sedikit anggota SSP yang akan menjual koran SSP, Scottish Socialist Voice diluar inti asal kader-kader yang telah dilatih di Militant. Pemuda SSP mulai mengembangkan dan melatih beberapa kader-kader baru namun itu proses yang cukup lamban, dan jumlahnya kecil dibandingkan dengan yang pengaruh SSP itu sendiri.

 

Jalan lain persoalan tersebut muncul adalah dalam ketersediaan literatur – atau ketidak tersediaan – dalam kantor dan stand propaganda mereka. Pada satu titik kami menawarkan menyediakan salinan sebagian besar klas Marxis DSP dan cetak ulang semua buku-buku kami dengan kredit, namun mereka menolak tawaran tersebut. Saya mendapatkan kesan bahwa mereka merasa jangkauan buku dan pamphlet kami akan mengurangi “luasnya” partai mereka. Saya berpikir tidak banyak yang terjadi terkait dengan pendidikan Marxis.

 

Beberapa pemimpin pusat SSP telah sampai pada pandangan bahwa kelompok inti Marxis tidak lagi dibutuhkan, bahwa partai luas, pluralis, sosialis yang mereka bangun dan dimana mereka berada dalam kepemimpinan adalah satu-satunya yang harus dibangun. Aktivis SSP baru datang dengan sadar menolak ide partai kader Leninis. Jelas bahwa ini menjadi pandangan salah satu pemimpin SSP, Murray Smith, yang kembali untuk tinggal di Perancis dan berada pada Komite Nasional dari LCR Perancis. Murray Smith telah mengembangkan pandangan bahwa kaum revolusioner Marxis seharusnya tidak mengorganisir secara terpisah, bahwa sebuah partai Leninis adalah alat yang sudah tua, dan dia mendukung minoritas didalam LCR yang menginginkan persatuan luas.

 

Usaha Inggris

 

Berbagai macam usaha untuk membangun partai luas di kiri Partai Buruh di Inggris tidak mendapatkan keberhasilan ataupun potensi seperti SSP di Skotlandia. Secara objektif semakin militant tradisi didalam klas buruh Skotlandia berarti SSP memiliki kesempatan yang semakin baik dan secara subjektif dominasi kiri dari mayoritas Scottish Militant Labour dan kesediaan mereka untuk pecah dengan kantor pusat London mereka berarti bahwa disanalah kekuatan yang siap untuk mencoba partai luas.

 

Seperti Phil Hearse dan Liam Mac Uaid tunjukan pada tahun 2007 dalam assesmen mengenai pecahnya Respect:

 

Respect adalah usaha utama ketiga untuk membangun formasi persatuan kiri dalam 15 tahun terakhir – yang didahului oleh Socialist Labour Party (SLP) yang didirikan oleh Arthur Scargill pada tahun 1994 dan pembangunan ulang Socialist Alliance pada awal dekade ini. SLP kandas karena desakan Scargill atas kontrol birokrasinya sendiri dan potensi Socialist Alliance jauh dari dimaksimalkan: memang keputusan SWP untuk mengabaikan SA saat puncak gerakan anti perang secara efektif telah mengunci nasibnya. [xxvii]

 

Ketika SWP masuk kedalam Socialist Alliance, Socialist Party/ CWI keluar. (Langkah ini adalah perubahan garis SWP menuju partisipasi didalam pemilihan umum yang memberikan tanda kepada DSP bahwa Socialist Alliance dengan ISO mungkin bisa dilakukan.) Pertama SP, kemudian SWP mendominasi, kemudian meninggalkan Socialist Alliance, dengan hanya kulit kosong sisanya. Socialist Alternative memberikan assemen dengan tepat pada saat itu:

 

Socialist Alliance di Inggris memiliki sedikit daya tarik politik. Dia tidak menarik kekuatan baru yang cukup besar atau memobilisasi dukungan pemilih yang signifikan. Namun SWP, berpegang teguh pada analisa ‘1930an dalam gerak lambat’, terus percaya bahwa ruang yang signifikan telah terbuka bagi kaum kiri Partai Buruh yang dapat mereka manfaatkan. Sehingga mereka membuang Socialist Alliance dan berpindah ke skema cepat berhasil berikutnya – Respect.[xxviii]

 

Empat tahun lalu kita melihat perpecahan dan kehancuran pahit dari Respect. Respect tidak pernah memiliki basis luas seperti yang dibangun oleh SSP saat puncaknya. Dan Respect selalu kekurangan struktur demokratik bagi masuknya berbagai kecenderungan, dan struktur untuk menjamin akuntabilitas. Respect pada dasarnya dimulai sebagai sebuah aliansi antara SWP, Anggota Parlemen dari Partai Buruh yang dikeluarkan, George Galloway, aktivis anti perang dan bagian komunitas Muslim di London Timur dan Birmingham. Aliansi ini secara luar biasa runtuh. Galloway baru-baru saja terpilih atas nama Respect, namun tidak ada yang akan menklaim bahwa Respect adalah partai luas yang sehat.

 

Terdapat banyak pelajaran dari perpecahan Respect – belum tentu pandangan baru, namun memperkuat pelajaran-pelajaran lama. Tentu saja terdapat lebih banyak pelajaran disini mengenai persoalan “bintang” dan akuntabilitas serta fungsi demokratis. Galloway tidak pernah berada dibawah kontrol demokratis apapun. Tayangan memalukan di “Big Brother” diambil tanpa diskusi apapun dengan Respect. Galloway tetap menyimpan upah Anggota Parlemen yang besar untuk dirinya sendiri. Sementara mereka beraliansi dengan Galloway, SWP membela semua itu, membuat banyak kesalahan dan kehilangan otoritas serta anggota.

 

Kelompok Marxis terbesar berikutnya, Socialist Party (CWI), memiliki proyek partai luasnya sendiri, “Campaign for a New Workers Party” (Kampanye untuk Partai Buruh Baru/ CNWP) dan mendorong kelanjutan kampanye No2EU yang berhasil pada pemilihan umum Eropa tahun 2009. Koalisi ini termasuk Partai Komunis Inggris dan Alliance for Green Socialism dan didukung oleh Bob Crow (sekretaris jenderal Rail, Maritime and Transport), Brian Caton (Sekretaris Jenderal Prison Officers’ Association) dan beberapa pengurus-pengurus serikat buruh lainnya.

 

Jadi kita berakhir dengan berbagai macam kelompok-kelompok Marxis di Inggris, masing-masing dengan cetak birunya sendiri tentang “partai luas baru”, biasanya berpusat di mereka sendiri.

 

Sebuah artikel oleh Andrew Johnson pada website Socialist Democracy, kelompok FI Irlandia, menganalisa dilema ini pada Mei 2005, dan mengambil beberapa kesimpulan:

 

SA gagal karena tidak pernah setuju tujuannya apa. Berdasarkan atas perkiraan bahwa akan ada eksodus dari kelompok kiri Partai Buruh, aliansi ini yang terdiri 95 persen dari kaum revolusioner membatasi dirinya sendiri pada program reformis yang sangat ringan. Eksodus yang diperkirakan tidak pernah terjadi…

 

Kegagalan SA menunjukan kesalahan dari teori “kekosongan kiri” yang dimenangkan selama berdekade oleh SWP dan baru-baru ini oleh SP. Teori ini memposisikan sebuah konstituen statis dan pasif di kiri sosial demokrasi yang hanya butuh diberikan seruan. Tidak dapat dihindari hal tersebut berujung pada kaum Marxis masuk kedalam strategi elektoral namun juga sebuah strategi berdasarkan atas mengisi ruang reformis yang ditinggalkan pendukung Blair. Oleh karena itu kaum revolusioner pada akhirnya memajukan program yang bersifat kanan dari politik reformis tua! [xxix]

 

Kekalahan di Brazil dan Italia

 

Pada permulaan, Partai Buruh Brazil (PT) dilihat sebagai proyek “partai luas” oleh kaum revolusioner yang terlibat, termasuk juga FI. Kekuatan FI Brazil cukup besar dan awalnya berkembang dari intervensi mereka kedalam PT. PT terlihat seperti sebuah partai anti kapitalis pada awalnya, dipimpin oleh mantan buruh metal Lula, namun ketika berada dalam pemerintahan semakin jelas PT menerapkan kebijakan neoliberal, memerintah demi kepentingan klas berkuasa lokal dan imperialisme.

 

Hal ini berujung pada perpecahan besar di kekuatan FI. Mayoritas masih menjadi bagian dari pemerintahan PT dan terus berjalan bersama dengan kebijakan neoliberal Lula, mengambil posisi menteri, menerapkan kebijakan pengetatan, menyerang pension buruh. Minoritas yang dipimpin oleh Heloísa Helena meninggalkan PT, dan dengan kelompok lain membentuk koalisi baru, Partai Sosialisme dan Kebebasan (Partido Socialismo e Liberdade, P-SOL). Taktik entry kedalam “partai luas” telah menghasilkan terserapnya serta kapitulasi mayoritas kekuatan FI. Taktik menjadi strategi, dengan hasil bencana. Taktik apa yang seharusnya mereka lakukan – berhenti dari pemerintahan, mengkritik evolusi Lula ke kanan, keluar dari PT – bukan untuk kita katakan, namun adalah jelas bahwa dengan tetap beraliansi dengan Lula mereka melepaskan prinsip-prinsip revolusioner mereka. 

 

Adalah hal yang sangat memalukan bagi FI, dan mereka mengakuinya sebagai bencana. Pemimpin FI Inggris Dave Packer (yang meninggal pada Juli 2012) menulis: “Kita juga harus belajar dari krisis seksi Brazil kita, regionalisasi dan pembusukan yang bertahap didalam Partai Buruh (PT), terkooptasinya mereka kedalam pemerintahan lokal dibeberapa daerah dengan pekerjaan yang dibayar baik dan saat ini terus berpartisipasi didalam pemerintahan pemilik modal neoliberal.”[xxx]

 

Di Italia, kawan-kawan FI didalam Communist Refoundation Party (Partito della Rifondazione Comunista, PRC) kemungkinan diam terlalu lama seiring PRC bergerak ke kanan, menjadi bagian dari pemerintahan koalisi tengah-kiri Romano Prodi, mendukung perang di Afganistan dan mendukung ekspansi basis AS di Vicenza.

 

PRC merupakan pengelompokan ulang kaum kiri dari Partai Komunis tua, yang memiliki dukungan mayoritas diantara buruh-buruh Italia. Partai Komunis Italia adalah partai komunis sayap kanan, dan bergerak semakin jauh ke kanan, meninggalkan bahkan dalil-dalil komunisme. Pengelompokan ulang PRC memiliki berbagai macam kecenderungan dan memungkinkan keterlibatan berbagai macam kelompok revolusioner, termasuk kelompok Trotskis. Kelompok FI Italia, Bandiera Rossa bergabung dan mampu memenangkan semakin banyak pendukung disekeliling kaukusnya, Sinistra Critica (Critical Left). Sebagai bagian dari PRC mereka memenangkan satu kursi senator dan satu kawan di dewan perwakilan lokal.

 

Namun seiring pemerintahan Prodi bersikeras dan mempercepat gerak ke kanannya, kepemimpinan PRC Fausto Bertinotti bergerak bersamanya, dan kawan-kawan di Critical Left lamban untuk mengkritik dan lamban untuk memisahkan dirinya.

 

Ini bukanlah contoh yang positif untuk strategi “partai luas”. Klas buruh Italia lebih lemah, kaum kiri semakin terpecah belah dan kecil.

 

NPA di Perancis – Perjudian Yang Kalah

 

Pembangunan Partai Anti Kapitalis Baru (NPA) oleh Liga Komunis Revolusioner (LCR) di Perancis mempunyai kesempatan yang lebih baik dibandingkan usaha pembangunan partai luas lainnya. Kawan-kawan LCR memiliki beberapa dasar untuk perjudian membubarkan LCR dan membentuk NPA: dasar itu adalah tradisi revolusioner nyata; muncul kembali atas dasar kebangkitan politik nyata di Perancis; dan ada kekuataan nyata disekeliling mereka – ribuan pendukung yang baru saja aktif – untuk dikonsolidasikan kedalam partai baru.

 

Kita bersikap sangat kritis terhadap usaha partai anti kapitalis “luas” lainnya, namun kami bersedia untuk memberikan kesempatan kepada NPA. Namun sekali lagi sayangnya kesempatan tersebut gagal. Sebuah tulisan yang detail dibutuhkan untuk memahami alasan kegagalan tersebut, termasuk assesmen menyeluruh oleh kaum revolusioner di Perancis sendiri, yang belum ada.[xxxi] Namun jelas bahwa perjudian telah gagal.

 

Para pendukung strategi “partai luas” di LCR sebenarnya menentang jalan NPA. Mereka menginginkan persatuan lebih luas yang membuat lebih banyak kompromi, dan banyak diantara mereka keluar sebelum NPA terbentuk pada Januari 2009. Mereka sekarang menjadi bagian dari Front de Gauche (Front Kiri) dipimpin oleh Jean-Luc Mélenchon (hingga tahun 2008 merupakan anggota Socialist Party), didominasi oleh anggota-anggota Partai Komunis Perancis yang aktif kembali dan mereka yang bersedia mendukung front pemerintahan lokal dan nasional dengan Socialist Party.

 

Apakah latar belakang untuk perjudian tersebut? Terjadi rapat-rapat besar saat kampanye Olivier Besancenot’s untuk pemilihan Presiden Perancis tahun 2007, setidaknya dua kali lipat rapat-rapat pemilihan umum LCR sebelumnya, termasuk juga rapat yang besar di daerah klas buruh tradisional PCF. Empat ribu orang datang ke rapat kampanye terakhir LCR di Paris. [xxxii] Saat kampanye 2.000 orang mendaftar menjadi anggota ke LCR. Hal ini terjadi diatas pertumbuhan LCR dari 1.000 ke 3.000 karena keberhasilan pengorganisiran politik dan kampanye pemilihan umum ditahun-tahun belakangan ini.

 

Minoritas LCR, termasuk Murray Smith, yang bersih keras mengkampanyekan persatuan yang lebih luas dengan resiko apapun, berakhir dalam kondisi yang mengerikan. Smith berada dalam kerangka dimana dia berpikir partai-partai kiri luas adalah jalan secara universal, apapun situasinya.[xxxiii] Banyak diantara mereka mendukung kampanye José Bové ketimbang kampanye Besancenot dari LCR!

 

Garis mayoritas terbukti dalam praktek, dengan hasil pemilihan umum yang menarik dan ribuan pendukung baru. Setelah keberhasilan pemilihan umum mereka, kepemimpinan mayoritas LCR berada dalam posisi yang kuat dan cukup yakin untuk mengajukan perubahan taktik yang mungkin dapat memaksimalkan capaian dan mengkonsolidasikan basis mereka yang baru dan lebih besar. Mereka mengusulkan meluncurkan sebuah partai baru – disekeliling mereka sendiri dan dengan prinsip-prinsi politik yang jelas – Partai Anti Kapitalis Baru (NPA).

 

Namun perjudian tersebut telah gagal. NPA telah didera oleh perpecahan dan ketiadaan kesepakatan terhadap perspektif. Dia telah dilewati oleh Front Kiri-nya Mélenchon, dan hasil didalam pemilihan umum mengecewakan. Sebagian besar dari pengikut baru yang lebih muda telah pergi atau hanyut terdemoralisasi. Situasi NPA berantakan, dilihat sebagai “bencana” oleh banyak pemimpin tua LCR dan pemimpin FI lainnya di Eropa.

 

Apakah itu masalah harapan yang dibesar-besarkan? Atau persoalan tidak menjaga inti Marxis revolusioner? Atau mungkin beberapa kawan mungkin sekarang berpikir ada sesuatu yang salah dengan keseluruhan perspektif “partai kiri luas”

 

Portugis, Denmark dan Jerman

 

Pendukung strategi “partai luas” akan mengakui bencana untuk perspektif tersebut di Brazil, Italia, Skotlandia dan Inggris, serta sekarang Perancis namun merasa lebih percaya diri mengenai kemajuan di Portugis, Denmark dan Jerman.

 

Di Portugis dan Denmark kelompok FI telah terlibat dalam aliansi kiri yang cukup stabil dan sukses – Red Green Alliance di Denmark dan Left Bloc di Portugal.

 

Kedua aliansi tersebut dapat melibatkan beberapa partai-partai kecil, dengan tidak adanya partai yang memainkan peran dominan yang berlebihan, mencekik kelompok-kelompok lain. Partai-partai Marxis yang terlibat dalam aliansi ini belum sepenuhnya meleburkan partai mereka sendiri. Sebagai contoh, kelompok FI merasa kelompok mereka sendiri masih dibutuhkan untuk perkembangan kader dan untuk pendidikan Marxis. Kelompok-kelompok didalam aliansi tersebut masih dapat memiliki terbitan mereka sendiri.

 

Left Bloc di Portugis dibentuk pada tahun 1998 dengan Revolutionary Socialist Party, seksi Internasional Keempat di Portugis, sebuah partai bekas Maoist dan seksi dari Partai Komunis Portugis, bersama dengan sejumlah kaum sosialis independen.

 

Di pemilihan umum Portugis bulan September 2009, Left Bloc meningkatkan suaranya dari 6 persen ke hampir 10 persen dan menggandakan perwakilannya di majelis dari 8 menjadi 16 orang, namun pada bulan Juni 2011 turun ke 5,2 persen dan 8 kursi.

 

Di Denmark, Red-Green Alliance (Enhedslisten) dibentuk pada tahun 1989 oleh tiga partai sayap kiri: Left Socialist Party, Communist Party of Denmark dan Socialist Workers Party, kelompok FI di Denmark. Yang lain bergabung sebagai kaum sosialis independen, dan mereka menyatakan bahwa ada mayoritas anggota yang tidak masuk kedalam partai-partai yang menyusun aliansi tersebut, namun partai-partai asli masih mempertahankan keberadaan mereka.

 

Pada bulan September 2011 RGA melompat dari empat ke 12 kursi di parlemen, memenangkan 6,7 persen suara. Mereka menyatakan memiliki 8.000 anggota, dan pada saat konferensi di bulan Mei 2012, polling mengindikasikan bahwa dukungan telah meningkat menjadi 11 persen. Namun mereka terbagi rata dalam sikap untuk pemungutan suara Anggota Parlemen RGA mendukung intervensi PBB-NATO di Libia tahun 2011.

 

Pendukung pendekatan “partai luas” juga setuju mengutip Die Linke di Jerman. Secara umum Die Linke adalah langkah yang positif, namun memunculkan beberapa persoalan sulit untuk kaum Marxis Jerman, termasuk persoalan pemerintahan koalisi dengan Social Democratic Party (SPD).

 

Die Linke didirikan pada tahun 2007 oleh merger sisa-sisa progresif dari Partai Keadilan Sosialis (Party of Democratic Socialism) tua yang berkuasa di Jerman Timur dengan Labour and Social Justice – Electoral Alternative (WASG), perpecahan kiri dari sosial demokrasi yang dipimpin oleh mantan presiden SPD Oskar Lafontaine. Pada pemilihan umum tanggal 27 September 2009, suara SPD jatuh, sementara Die Linke mendapatkan 11,9 persen, 3,2 persen lebih banyak dibandingkan pemilihan umum sebelumnya. Partai sekarang memiliki 76 anggota di Bundestag, naik dari 54. Dibanyak tempat di bekas Jerman Timur, Die Linke adalah partai terbesar.

 

Mungkin secara taktik benar untuk masuk ke Die Linke, seperti yang telah dilakukan oleh banyak kelompok Trotskis – pendukung IST, kelompok CWI dan salah satu kelompok FI, International Socialist Left (ISL). Revolutionary Socialist League (RSB), kelompok FI lainnya tetap berada diluar, yang mungkin saja merupakan kesalahan, namun dokumen mereka untuk Kongres Dunia FI membuat beberapa poin tajam, termasuk pengingat dasar bahwa tujuan utama adalah partai revolusioner, sesuatu yang diabaikan dalam taktik entry.

 

Dan Syriza di Yunani  sebuah contoh positif

 

Di Yunani aliansi elektoral kiri luas Syriza, Koalisi Radikal Kiri, telah mendapatkan keberhasilan luar biasa dalam memobilisasi dan memenangkan dukungan buruh, pensiunan dan kaum muda yang menderita dari kebijakan penghematan yang diharuskan oleh UE, sebuah serangan biadab terhadap standar kehidupan mereka.

 

Serangan biadab tersebut telah mengakibatkan buruh dan pensiunan di Yunani, yang juga merupakan penerima upah dan jaminan sosial paling rendah di Eropa, melihat upah dan uang pension mereka dipotong secara langsung sebanyak 40 persen selama beberapa tahun terakhir. “Krisis hutang” yang seharusnya dibayar oleh kebijakan penghematan tentu saja merupakan hutang yang diakumulasikan oleh musuh klas kapitalis mereka dan Negara endemik korup dibawah dua partai besar kembar dari kebijakan penghematan, New Democracy, partai utama dari klas kapitalis dan partai yang samar-samar sosial demokratik PASOK. [xxxiv]

 

Syriza dibentuk pada tahun 2004 menarik sejumlah kelompok-kelompok kiri jauh disekeliling Synapsismos, yaitu sebuah kelompok sosial demokratik kiri “luas”. Pada pemilihan umum 6 Mei 2012, kesempatan pertama dimana pemilih Yunani diberikan hak suara atas “memorandum” pro kebijakan pengetatan, suara Syriza naik dari 4,6 persen pada tahun 2009 menjadi 16,8 persen. Pada tanggal 17 Juni di pemilihan umum lanjutan, suaranya meningkat menjadi 27 persen.

 

Keberhasilan Syriza berdasarkan atas keterlibatan dekatnya dalam mobilisasi, penentangan kerasnya terhadap kebijakan penghematan dan seruannya untuk “pemerintahan kiri”. Sayangnya KKE, Partai Komunis Yunani, mempertahankan pendirian yang sepenuhnya sektarian, suaranya jatuh dari 8,5 persen pada pemilihan umum 6 Mei menjadi 4,5 persen pada 17 Juni, merefleksikan penolakan kepemimpinan KKE untuk merubah arah menuju aksi bersama dengan Syriza melawan memorandum pro penghematan.

 

Aliansi kiri yang lainnya, Antarsya (Front Kiri Anti Kapitalis Yunani), yang mendapatkan kurang dari 1 persen pada bulan Juni, menyatukan sekitar sepuluh kelompok revolusioner lainnya yang menolak mendukung Syriza.

 

Terdapat kelompok Maoist disetiap aliansi tersebut, sebuah kelompok mendukung FI juga berada disetiap aliansi, satu di Syriza dekat dengan ISO AS dan sebuah kelompok di Antarsya dekat dengan SWP Inggris.

 

Faktor kunci di Yunani adalah bahwa para buruh semakin radikal dalam menolak krisis para bos dan kebijakan penghematan yang dipaksakan, dengan bagian besar rakyat melihat ke Syriza (yang pada bulan Juni memiliki dukungan utama diantara para pemilih berumur 18-34 tahun). Seperti editorial majalah Socialist Alternative  berjudul “Sebuah Bentuk Baru Persatuan Kiri” pada November 2012 tujukan:

 

Di negeri-negeri tertentu – Yunani yang paling jelas – terdapat ruang penting bagi kaum revolusioner untuk memberikan sumbangan pada pembangunan partai-partai massa buruh yang dapat menyatukan klas buruh secara keseluruhan atau setidaknya bagian-bagian penting dari klas buruh. Dalam situasi tersebut, adalah gila bagi kaum revolusioner untuk mempertentangkan organisasi mereka sendiri dengan massa buruh yang semakin radikal.[xxxv] (Bersambung)

 

 

 

*John Percy adalah Pendiri dan Mantan anggota DSP. Mantan Sekretaris Nasional RSP. Dan saat ini anggota Socialist Alternative (Australia).

**Diterjemahkan oleh Dipo Negoro untuk Partai Pembebasan Rakyat

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s