Refleksi occupy jakarta 22/10/11

Hari ini, kami bicara tentang kebudayaan, walau kami bukan budayawan. Kami urai kenyataan hidup yang membentuk kebudayaan kami: iklan memaksa kami membeli hal yang tak kami butuhkan; pasar dan profit membunuh kemanusiaan kami; pembedaan jender, warna kulit, asal, umur, dan kelas menghancurkan solidaritas dan kepedulian kami; moncong senjata dan kekerasan mengancam keberanian kami; ilmu-ilmu, institusi dan media pelayan modal membodohi kami; merusak sastra kami, dan seterusnya, dan seterusnya.

Kami berusaha mengusut asal kebudayaan yang hari ini wara wiri dengan riuh di hadapan kami: dari sinetron sampai playstation. Kami bersepakat bahwa kebudayaan yang ada di hadapan kami itu bukanlah kebudayaan kami. Itu semua adalah kebudayaan yang diciptakan untuk melestarikan kekuasaan si 1%. Kami bagian dari 99% manusia yang saat ini tak berdaulat, tak merdeka, dan tak setara oleh sistem kapitalisme; hegemoni dan cengkeraman 1% pemiliki komoditas.

Kami sedang mencipta kebudayaan kami dengan hadir di sini, menyumbang gagasan dan tenaga, berfikir kritis, membangun harapan, menajamkan keberanian untuk melawan. Tak semua kami kenal satu sama lain, tapi kami senasib serasa. Setiap pengalaman yang diceritakan kawan kami adalah cerminan pengalaman kami dalam bentuk yang lain. Kami berkumpul untuk mengubah cara pikir kami: setara, merdeka dan adil, agar dapat mengubah dunia.

Kami menolak menjadi komoditas; kami hendak merebut kemanusiaan kami.

Kami kumpulkan senjata-senjata perlawanan kami: solidaritas, kreativitas, partisipasi, keberanian, protes, dan lain-lain dan lain-lain yang akan terus kami temukan seiring berkembang majunya perjuangan, dan akan kami wujudkan itu semua dalam nyanyi-nyayian kami, puisi-puisi kami, cara berbicara kami, cara protes kami, cara hidup kami, cari kami memperlakukan orang lain, cara kami membangun kekuasaan baru dari oleh dan untuk kami: 99% rakyat biasa.

Kami sedang membangun budaya baru, untuk kuasa baru, untuk suatu sistem yang baru.

Semakin banyak yang terlibat, semakin banyak yang sadar, semakin berwarna dan bersahaja kebudayaan baru itu, semakin masuk akal kuasa dan sistem baru dapat tercapai.

Sampai jumpa esok hari.

Bawa serta kawan-kawan dan orang-orang yang kita cintai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s