Demi kesejahteraan dan keadilan, kebebasan politik harus direbut!

Editorial Redaksi Koran Pembebasan Edisi I Juli-Agustus 2011

Kebebasan politik rakyat bukanlah hadiah dari rezim borjuasi dimanapun! Tidak juga oleh oleh kaum borjuasi yang paling liberal. Ia harus diperjuangkan oleh kekuatan rakyat yang paling merasakan penindasan dibawah sistem kapitalisme.

Demokrasi/kebebasan politik adalah perjuangan yang harus menjadi tuntuan pertama kaum pergerakan, dimanapun. Tanpa kebebasan politik, sudah hampir bisa dipastikan, perjuangan menuntut perbaikan kondisi-kondisi sosial ekonomi yang lain akan gagal, karena perjuangan menuntut perbaikan kondisi sosial ekonomi berarti menuntut perubahan seluruh tata aturan yang merugikan rakyat. Tentu saja untuk merubah seluruh tata aturan tersebut bukan pekerjaan gampang, aia membutuhkan penyatuan kekuatan yang besar dari seluruh rakyat yang ditindas/dihisap; penyatuan kekuatan yang hanya dimungkinkan jika ada kebebasan politik.

Di dalam rubrik-rubrik utama Koran Pembebasan edisi kali ini, kami sengaja mengangkat tema tentang demokrasi. Karena menurut kami, apa yang pernah dicapai tahun 1998 lalu, sekalipun masih sedikit namun sangat berharga, telah dirampas kembali. Munculnya berbagai kebijakan, mulai dari aturan pemilu, pendirian parpol, hingga rencana pemerintah untuk mengesahkan rancangan undang-undang KUHP, rancangan undang-undang intelijen, dan keamanan nasional, adalah indikasi kemunduran tersebut. Tentu saja hal ini tidak boleh membuat kaum pergerakan lengah sedikitpun. Agenda-agenda perjuangan harus terus dihubungkan dengan tuntutan-tuntutan untuk meraih kebebasan politik tersebut, karenanya, kami juga membahas bagaimana dinamika gerakan dalam merespon isu ini.

Kemendesakan atas permasalahan-permasalahan demokrasi kami contohkan dalam rubrik inspirasi, dimana ketika kebebasan politik tidak ada ditangan rakyat, maka hambatan-hambatan perjuangan pun akan semakin besar. Sekalipun begitu, perlawanan terhadap pemerintahan yang anti rakyat terus terjadi. Namun, agar perlawanan yang terjadi dapat diperbesar signifikansi politiknya maka tugas kaum yang sadarlah untuk bisa menghubungkan semua perlawanan tersebut. Memang bukan suatu tugas mudah untuk mempersatukan semua perlawanan rakyat dalam satu tujuan yang sama, dia membutuhkan ketepatan taktik, usaha yang banyak, waktu, tekad, dan keberanian. Dan melalui gagasan yang kami tuangkan seluruhnya di dalam koran ini, kami berharap usaha-usaha tersebut dapat kami cicil.

Dalam rubrik-rubrik yang lain kami juga mengangkat tema-tema aktual seputar revolusi Arab, yang dalam perspektif kami, sebuah revolusi yang juga harus dimaknai sebagai kehendak rakyat untuk mendapatkan kebebasan politik. Selain itu kami juga mengajukan pandangan kami tentang persoalan lingkungan, yang menurut kami penting disampaikan sebagai suatu kemendesakan yang tidak main-main ditengah masih absennya sikap kelompok-kelompok kiri.

Akhirnya slogan seperti “Lenyaplah kediktatoran!”, “Kita akan memperoleh kebebasan, atau mati berjuang!”, dan sebagainya, seolah kembali menemukan momentumnya, bukan hanya karena rezim SBY-Boediono yang membatasi kebebasan politik rakyat, tetapi oleh sistem kapitalistik itu sendiri.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s