Lompat ke isi

Perlawanan Rakyat di Bima, Pulau Padang Cuatkan Pentingnya Pemahaman Ekologi Bagi Gerakan Progresif Indonesia

15/02/2012

Pius Ginting*

Rakyat di Kecamatan Sape Bima membentuk Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) dalam perjuangan mereka pertahankan lingkungan hidup. Penamaan organisasi perlawanan ini dan tujuan yang hendak dicapai berbeda sekali dengan tuntutan yang biasa diusung oleh gerakan kiri di Indonesia.

Misalnya kita bandingkan dengan program PAPERNAS (partai persatuan nasional). Partai yang didirikan tahun 2007 oleh aktivis kelompok kiri ini mengusung program yang mereka sebut sebagai Tri Panji. Yakni, penghapusan utang luar negeri, nasionalisasi/ambil-alih industri pertambangan, dan bangun pabrik/industri nasional untuk kesejahteraan rakyat.

Jelas program yang kedua dan ketiga berbeda dengan semangat perlawanan rakyat Kecamatan Lambu dan Kecamatan Sape, Bima. Rakyat di bagian paling timur pulau Sumbawa ini sama sekali tak menghendaki perusahaan tambang di ruang hidup mereka. Karena mereka peka akan persoalan yang ditimbulkan pertambangan di lingkungan mereka. Selain tanah pertanian yang mereka kelola terancam, yang lainnya adalah persoalan lingkungan, berupa hilangnya hutan, sumber mata air mereka. Demikian penuturan Muzakir (?), seorang pemuda Kecamatan Lambu yang tergabung dalam FRAT kepada penulis. Belum lagi potensi pencemaran di daerah pantai akibat erosi yang ditimbulkan perusahaan tambang.  Read more…

Pendapatan per Kapita: Mencerminkan Siapa?

09/02/2012

A PRASETYANTOKO Ketua LPPM, Unika Atma Jaya, Jakarta
Thursday, 09 February 2012

Kian jelas,Indonesia masuk dalam kelompok negara berpenghasilan menengah (middle income countries). Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data pendapatan per kapita 2011, yang sudah mencapai Rp30,8 juta atau sekitar USD3.542,9.

Terjadi kenaikan cukup signifikan dari periode sebelumnya.Dengan kata lain, penduduk Indonesia rata-rata berpenghasilan Rp2,56 juta setiap bulannya. Tidak ada yang salah dengan data statistik ini.Kenaikan itu bersumber dari dua hal pokok, kinerja pertumbuhan ekonomi yang berada di atas 6% sejak 2010, serta penguatan nilai tukar yang membuat “nilai” perekonomian kita naik.Meskipun begitu,ada persoalan di balik peningkatan tersebut. Read more…

Bekas Aktivis yang Jadi Politisi Senayan Tak Bisa Mengubah Struktur Orde Baru

23/01/2012

Jum’at, 20 Januari 2012 , 07:40:00 WIB
Laporan: A. Supardi Adiwidjaya

RMOL. Sistem yang dijalankan di Indonesia saat ini adalah sistem kapitalisme neoliberal.

Demikian disampaikan Paul Suryanta Ginting saat berbincang-bincang dengan Rakyat Merdeka Online, di waktu rehat acara pertemuan Tahun Baru 2012 masyarakat Indonesia, yang diselenggarakan Yayasan (Stichting) Persaudaraan di Gedung De Schakel, Diemen, di pinggir kota Amsterdam (Minggu, 15/10).

Paul Suryanta Ginting adalah pria kelahiran Medan pada 1980. Namun Suryana besar di Bandung dan sempat kuliah di Yogyakarta. Suryana sudah menjadi aktivis sejak kuliah di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. Ia mengambil jurusan teknik geologi dan kemudian bergabung dengan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

“Setelah itu (tahun 2000) saya bergabung dengan Partai Rakyat Demokratik. Kemudian sekitar Januari 2004 saya masuk menjadi pimpinan nasional, pimpinan pusat PRD. Dan tahun 2007 kami split (pecah) dalam pimpinan pusat Partai Rakyat Demokratik dalam soal elektoral pemilu, di mana ketika itu kami membangun Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas),” kata Suryanta.

“Pada tanggal 29 Maret 2007 Papernas diserang oleh Front Pembela Islam (FPI), dan itu membuat sebagaian pimpinan nasional PRD berfikir ulang, bahwa kita tidak bisa ikut Pemilu 2009 dan banyak yang memutuskan untuk bergabung dengan Partai Bintang Reformasi,” ujar Suryanta.

Berikut lebih lanjut perbincangan Suryanta Ginting dengan Rakyat Merdeka Online. Read more…

Untuk Sondang Hutagalung

11/12/2011

RIP: Sondang Hutagalung (1989-2011)

Derita Sudah Naik Seleher
Wiji Thukul

 

kaulempar aku dalam gelap

hingga hidupku manjadi gelap

kausiksa aku sangat keras

hingga aku makin mengeras

kaupaksa aku terus menunduk

tapi keputusan tambah tegak

darah sudah kauteteskan dari bibirku

luka sudah kaubilurkan ke sekujur tubuhku

cahaya sudah kaurampas dari biji mataku

derita sudah naik seleher

kau menindas

sampai di luar batas

Sejarah Orde Baru dan Indonesia

04/12/2011

Max Lane

Pertama sekali saya belajar sejarah Indonesia ialah pada tahun 1967 dan 1968 di Sekolah Menengah Atas di Sydney, Australia, kemudian di Department of Indonesian and Malayan Studies, University of Sydney tahun 1969-72. Pada saat itu sejarah Indonesia Merdeka baru berlangsung 22 tahun. Daripada 22 tahun itu, 5 tahun adalah sejarah revolusi (fisik), kemudian ada periode selama 16 tahun yang berakhir pada tahun 1965, dan kemudian 2 tahun Orde Baru. Pada saat itu, sejarah Indonesia Merdeka masih pendek. Sejarah pra-Indonesia – dari sejak Kartini sampai 1945 – sebenarnya juga bukan periode yang berjangka panjang.

Buat dosen-dosen saya zaman itu, menyusun kurikulum sejarah tak terlalu pusing dengan hanya adanya 22 tahun tsb. Di Indonesia sendiri, tentu saja, Indonesia Merdeka belum ada “sejarah” sama sekali. Periode 1945-67 masih sangat kini buat kaum intelektual, aktivis maupun rakyat. Read more…

Koin Solidaritas untuk Buruh-buruh Freeport

02/12/2011

Ayo kita sisihkan koin yang kita punya tuk pekerja yang mogok kerja di PT Freeport

Para sahabat yang terhormat,

Sejak tanggal 15 September 2011 lalu, 6000 saudara kita di PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan mogok kerja. Tuntutan mogok tersebut adalah kenaikan upah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja  dengan upah 7,5 US $/jam. Mogok kerja adalah tindakan yang sah dan diakui dalam hukum  ketenagakerjaan di Indonesia  (UU No. 13 tahun 2003 pasal 137-145). Pihak manajemen PT FI menyatakan bahwa buruh mogok tersebut illegal sehingga mereka tidak mendapatkan gaji.

Ada 4 hal yang mendasari kenapa kenaikan upah buruh di Freeport harus dilakukan :

  1. Kontribusi PT Freeport Indonesia terhadap FCX (Freeport Coorporation) berada diatas rata-rata perusahaan lain yang bergabung dalam FCX. Ini bisa dilihat dari perbandingan jumlah produksi PT Freeport yang ada di Indonesia dengan yang berada di di Amerika dan Afrika. Jelas bahwa sumber utama keuntungan FCX adalah hasil operasi di Indonesia. Dengan kata lain penerimaan dari PT Freeport Indonesia melebihi  perusahaan lain di grup FCX. Read more…

Mencari Indonesia Babak Ketiga

17/11/2011

Max Lane

Indonesia berdiri bukan karena todongan senjata tapi karena prinsip kesukarelaan.

ADALAH sebuah fakta di dalam sejarah bahwa sejarah selalu dimanfaatkan oleh semua pelaku politik di dalam masyarakat untuk membenarkan tingkah lakunya pada saat itu dan apa yang direncanakannya kemudian. Pada umumnya kelas sosial yang berkuasa juga menguasai bagaimana cara pengetahuan dan pengertian tentang sejarah diperkenalkan pada masyarakat, baik kepada kelasnya sendiri maupun bagi kelas-kelas lain di dalam masyarakat. Ada banyak sekali contoh, tetap buat saya contoh yang paling dahsyat ialah larangan kekuasaan Roma terhadap siapa pun untuk menulis sejarah pemberontakan budak yang dipimpin Spartacus, kecuali oleh “sejarawan” yang ditunjuk oleh penguasa sendiri. Dan itu memang terjadi, meskipun penelitian paling baru berhasil menemukan versi lain yang disimpan rakyat Italia dalam berbagai jenis bahasa etnisnya. Versi-versi terpendam semenjak berabad lalu dan harus menunggu hampir 2,000 tahun untuk ditemukan kembali. Read more…

Occupy Jakarta

01/11/2011

KBR68H - Gerakan menduduki bursa  saham atau lebih dikenal Occupy Wall Street tak sekadar terjadi di negeri Paman Sam. Gerakan sosial kelas menengah Amerika itu juga merembet ke Jakarta.  Occupy Jakarta, sudah berlangsung sejak 19 Oktober silam. Kalangan professional yang tak puas dengan sistem kapitalisme tersebut, ramai-ramai menduduki halaman belakang Bursa Efek Indonesia. Reporter Taufik Wijaya ikut bergabung bersama para pekerja. Mendengarkan aspirasi dan harapan mereka.

 

Kerah Putih Menolak Kapitalisme

Puluhan profesional beragam profesi menggelar unjuk rasa di belakang gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta.

Mereka tak saling mengenal. Hanya warga biasa. Media social macam twitter dan facebook lah, yang menyatukan mereka. Selain pekerja swasta, aksi ini diikuti segelintir aktivis LSM lokal dan asing.

Sebuah spanduk berbahasa asing dipajang. Bunyinya: ”End Capitalism: We Are the 99% Indonesian. Occupy Jakarta”. Akhiri Kapitalisme: Kami Bagian dari 99 Persen Warga Indonesia. Duduki Jakarta. Aksi demonstrasi ini dijaga puluhan aparat keamanan. Read more…

Duduki Dulu Tuntutan Bisa Menyusul

30/10/2011

Slavoj Žižek

http://www.guardian.co.uk/commentisfree/2011/oct/26/occupy-protesters-bill-clinton

Apa yang harus dilakukan setelah protest di Wall Street dimulai – yang sudah sampai kepuncaknya dan berkelanjutan, sampai kini, semakin kuat dan bergulir ke seluruh dunia? Salah satu bahaya besar yang dihadapi para demonstran adalah bahwa mereka akan jatuh cinta pada dirinya sendiri.

Dalam gema San Francisco pendudukan Wall Street minggu ini, seorang pria yang berdemo mengajak dan mengundang kerumunan pengunjung untuk berpartisipasi sebagai demonstran dalam gaya hippy dari tahun 60-an. Dia menjelaskan : “Mereka (pengunjung) menanyakan program. Kami tidak memiliki Program. Kami di sini untuk bersenang-senang. ” Read more…

Ketika Kentang Cina dan Dieng Diadudomba

30/10/2011

Zely Ariane

Kentang Dieng kini sedang menunggu dalam ketidakpastian. Seharusnya masa-masa sekarang adalah masa paling baik untuk mulai ditanam, tetapi kini dipanenpun belum. Kaum tani kentang di Dieng sedang beharap-harap cemas pada kawan-kawannya yang sedang berjuang ke Jakarta untuk mencari dukungan dan bantuan agar harga jual kentang mereka kembali normal, dari yang biasa Rp.5000 s/d 6000 per kg, sekarang hanya Rp. 3000. Dengan harapan besar di dalam hati, mereka hendak bertemu Kementerian Perdagangan.

Namun, Dirjen perdagangan sekadar menjawab bahwa kejatuhan harga itu hanyalah mis komunikasi dan ‘kecolongan’ antar departemen. Sebuah mis komunikasi yang masal dan mahal dampaknya menyangkut hidup 700.000 petani kentang di Dieng. Sebuah ’kecolongan’ yang bisa membuat orang tidak makan. Biasanya tindakan yang demikian, bila dilakukan petugas pintu kereta, akan membuat tabrakan kereta dan kematian penumpang. Dan biasanya petugas itu akan ditanyai Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Untuk kasus petani kentang, entah siapa yang akan menanyai pejabat pintar yang duduk menjadi dirjen  itu. Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.